Membeli Masa Kecil

  • 1 min read

Membeli Masa Kecil

Derai air mata mengalir deras bak air terjun. Mengalir di pipi lembut bocah lima tahun. Tangannya menunjuk etalase mainan yang tersusun, dan tangan lainnya dipegangi ibunya sambil mengajaknya pulang.


Mungkin sebagian dari kita juga pernah mengalami kejadian tersebut, dilarang membeli mainan oleh orang tua kita. Bahkan sampai menangis seharian pun masih saja tidak dibelikan. Keinginan yang tidak tercapai pada masa kecil ini ternyata menjadi semacam “dendam” yang akan dilampiaskannya pada saat dewasa.


“kalo udah gede beli sendiri ” dan kalimat-kalimat sejenisnya rasanya terucap hampir dari kebanyakan orangtua. Kalimat itu seakan-akan menancap ke kepala, kelak ketika dewasa mereka harus merealisasikan kalimat tersebut.
Karya ini ingin menjelaskan bahwa koleksi mainan saat dewasa bukanlah sifat kekanak-kanakan, tetapi merupakan pelampiasan masa kecil yang harusnya dimaklumi, karena setiap orang memiliki kebahagaiaan hidup sendiri. Terkadang kebahagian hidup adalah membeli mainan yang tidak bisa didapatkan ketika kecil.

Daffa Haqi Ananto

Share
Tweet
Pin

Discover More