Pak Ogah Berpenampilan Nyentrik

  • 1 min read

Pak Ogah Berpenampilan Nyentrik

Pak Ogah sebutan yang sering diberikan pada orang yang membantu mengatur jalanan. Kian banyak putaran jalan, kian banyaknya pula kehadiran Pak Ogah. Kemunculan Pak Ogah juga seirama dengan bertambahnya volume kendaraan. Ada dua pandangan dengan kehadiran Pak Ogah, ada yang menilai justru menghambat lalu lintas, namun ada yang menilai membantu kelancaran lalu lintas.

Terlepas dari berbagai pandangan itu, Pak Ogah memiliki keinginan untuk membantu memperlancar arus kendaraan. Seperti halnya Yanto, salah seorang yang berprofesi sebagai Pak Ogah. Sebagai Pak Ogah, penampilan Yanto juga terbilang nyentrik.  Ia tampil berbeda dengan kostum pewayangan seperti Gatotkaca, Buto, Werkudara, Bagong, dll. Hal inilah yang membuatnya lebih akrab disapa dengan panggilan Pak Gatot oleh kebanyakan orang. 

Kostum yang dikenakan sehari-hari tidak lepas dari pekerjaan lainnya sebagai pembawa acara dan pemain ketoprak. Selama tidak tampil sebagai pemain ketoprak atau pembawa acara, pria itu memang lebih banyak menghabiskan waktu sebagai Pak Ogah di Donotirto, Kretek, Bantul. Sebagai seorang pencinta seni dan budaya, ia merasa senang dapat mengenakan kostum-kostumnya, meski tidak di panggung utama. Sebagai Pak Ogah dengan kostum nyentrik juga, ia mendapat dukungan dari pemerintah desa setempat. Yanto yang berani tampil berbeda kerap menjadi perhatian para pengguna jalan, dan mereka pun terhibur.

Ulfah Nuraini Murbani

Share
Tweet
Pin

Discover More