Kayuh Dunia

  • 1 min read

Mbah Sutopo namanya, begitu ia sering disapa. Seorang Pensiunan PNS TNI AD yang kini mengayuh becak yang ia namai “becak pustaka”. Seringainya ramah. Ia sosok hangat yang suka menyambut. Delapan belas tahun sudah, sejak 2004 ia memulai profesinya sebagai tukang becak biasa dengan hobi membaca. Sejak awal beliau selalu mangkal di dekat TK-SD Tarakanita Bumijo.

Menunggu penumpang baginya bukan waktu yang membosankan, ia menggunakannya untuk menelaah kata demi kata dalam buku yang ia pegang. Bukan sebuah kebetulan, seseorang menyapa dan menawarkan untuk mendonasikan buku. Perjalanan dimulai, satu persatu media mulai datang untuk merekam jejaknya. Kini rumahnya pun telah dibanjiri buku. Mulai dari fiksi hingga jurnal internasional.

Usianya boleh senja namun semangatnya begitu nyata. Ia rayakan masa tua dengan meriah dan penuh syukur. Bahagia baginya adalah mensyukuri apa yang dimiliki. Bukan lagi menerka, ia percaya, lewat lembaran kata mampu mencerdaskan. Berani beda katanya, bisa dibilang pionir, namun tetap dengan rendah hati, beliau mengaku hanya perantara Tuhan untuk berbagi pengetahuan.

Dara Anggarani Safira

Share
Tweet
Pin

Discover More